10 Tips Menghadapi Karyawan Pembangkang yang Benar

Seorang manajer dituntut untuk menguasai disiplin ilmu manajemen untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang menjadi aset perusahaan, salah satunya adalah manajemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia adalah sebuah ilmu dan seni untuk mengatur sumberdaya manusia agar dapat memaksimalkan potensi dan prestasi kerjanya demi kepentingan perusahaan.

Dalam berjalannya sebuah usaha, banyak hal tak terduga yang terjadi dan menuntt seorang manajer untuk dapat mencari solusi atas masalah yang dihadapi oleh perusahaan, salah satu masalah yang terjadi pada manajemen sumber daya manusia adalah adanya karyawan yang tidak patuh atau  bandel dalam mematuhi aturan perusahaan.

Beragam masalah menjadi faktor penyebab seorang karyawn sulit untuk menaati karyawan, baik dari faktor eksternal atau faktor dari karyawan itu sendiri, perbedaan faktor penyebab karyawan tersebut membangkan juga membutuhkan penanganan yang beragam pula. Baca juga cara mencari karyawan untuk usaha kecil

Berikut ini tips menghadapi karyawan pembangkang paling efektif untuk perusahaan anda:

1. Perlihatkan kematangan

Lingkungan kerja saat ini yang begitu dinamis menyebabkan sebuah perusahaan membutuhkan beragam tenaga ahli dengan beragam disiplin ilmu. Sebagai contoh sebuah perusahaan berbasis industri digital yang karyawannya terdiri dari banyak anak muda, akan tetapi tetap membutuhkan teknisi berpengalaman yang sudah lebih matang secara usia daripada pemilik peusahaan.

Hal ini dapaat menyebabkan adanya sikap merasa lebih senior dan menciptakan budaya kerja yang tidak diharapkan oleh pemilik perusahaan, akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan menunjukkan kematangan pada karyawan. Dewasa ini hal terpenting dalam menjalankan sebuah usaha adalah penguasaan pengetahuan terhadap usaha itu, bukan usia. Hal inilah yang harus ditanamkan pada budaya kerja anda.

2. Tunjukkan rasa hormat

Terkadang hal yang menyebabkan seseorang tidak menghormati anda adalah karena ia ingin dihormati, akan tetapi ia mengkomunikasikan kebutuhannya untuk dihargai atau dihormati dengan cara yang salah. Namun anda tidak harus membalas kesalahan dengan kesalahan yang sama. Lakukan pendekatan sevara personal, bersikaplah ramah pada karyawan anda dan hormati ia sebagaimana mestinya. Hal ini secara berangsur-angsur akan membuat karyawan anda merasa dihargai eksistensinya dan secara otomatis juga akan menghormati anda.

3. Berikan penyadaran

Seseorang yang melakukan kesalahan tidak selalu atas kesadarannya, bisa jadi ia tidak sadar akan kesalahan yang ia perbuat. Tunjukan secara halus bahwa anda tidak menghendaki sikapnya yang tidak patuh pada aturan berada pada lingkungan kerja anda. Teguran lisan yang halus atau surat peringatan dapat anda jadikan opsi pada karyawan anda yang membangkang. Akan tetapi, tetap gunakan pendekatan persuasif agar tidak ada pihak yang merasa tidak dihargai.

4. Tegakkan kedisiplinan

Jadikan kedisiplinan sebagai sebuah budaya kerja pada bisnis anda, contohkan pada diri anda dulu sebelum menuntut karyawan anda untuk disiplin. Bagaimana anda bisa menuntut karyawan datang tepat waktu akan tetapi anda sendiri selalu tidak ada di tempat ketika karyawan membutuhkan intruksi dari anda. Setelah anda disiplin pada diri anda sendiri, terapkan kedisiplinan tersebut pada karyawan anda beri teguran pada karyawan yang selalu tidak tepat  waktu, beri sanksi terhadap pelanggaran sesuai dengan bobotnya, dengan begitu akan ada fungsi kontrol dari manajemen yang dapat membuat karyawan anda lebih taat pada aturan anda.

5. Tunjukkan keadilan

Ada kemungkinan bahwa yang membuat karyawan anda membangkang adalah ia menuntut sesuatu pada anda selaku pemilik perusahaan, bisa jadi dibelakang anda dialah orang yang banyak meng-handle banyak pekerjaan dibanding rekannya akan tetapi tidak mendapatkan insentif yang layak dari anda. Sadari adanya ketidakadilan pada perusahaan anda baik dari anda atau mungkin manajer anda, dengan begitu anda akan dapat dengan segera menyudahi konflik yang ada pada perusahaan anda.

6. Identifikasi Masalah dan Bicarakan Baik-baik

Masalah bisa datang dari banyak kemungkinan, gunakan metode yang palin efektif dalam mengenali atau mengidentifikasi suatu masalah. Jangan terburu-buru menilai asal suatu tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. Gunakan metode persuasif atau yang bersifat mengajak agar dapat menghindari konflik yang tidak diperlukan dengan membicarakan semua masalah dengan baik-baik dengan menggunakan media dan metode yang paling efisien.

7. Budaya dan Standar Kerja

Budaya kerja adalah suatu kondisi yang secara alami terbentuk akibat kebiasaan orang-orang yang berada pada suatu lingkungan kerja. Anda akan kesulitan dalam mengatur karyawan anda apabila anda tidak menerapkan budaya kerja yang baik pada lingkungan kerja anda. Sebaliknya jika anda telah menerapkan budaya kerja yang baik pada lingkungan kerja anda maka anda tidak perlu memberikan instruksi secara langsung dikarenakan karyawan telah mengikuti budaya kerja yang sudah ada di lingkungan kerja. Sebagai contoh seorang pegawai baru akan berangkat pagi jika ia melihat semua rekan-rekannya melakukan hal itu, akan tetapi terjadi sebaliknya apabila seseorang melihat semua rekannya selalu datang terlambat.

 8. Karakter dan Teladan

Instruksi terbaik adalah instruksi yang menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan bahasa yang paling mudah dimengerti adalah contoh langsung dari anda selaku atasan. Akan menjadi sangat efektif jika karakter dan sikap anda dapat menjadi teladan sehingga juga dapat sekaligus menjadi pembelajaran bagi kayawan.

9. Sanksi dan Bonus

Manusia bergerak berdasarkan insentif, hal ini merupakan fitrah bagi semua orang. Berikan bonus yang jelas ketika karyawan anda memiliki prestasi yang melebihi target kerja yang diberikan, sebaliknya berikan sanksi dengan bobot yang sesuai apabila ia tidak dapat memenuhi target atau melaanggar aturan yang diberika oleh perusahaan.

 10. Amati dan Evaluasi

 Hal terakhir yang harus anda lakukan adalah mengamati hasil kerja karyawan anda dan evaluasi metode yang telah anda terapkan, gunakan skala yang akuntabel dalam melakukan penilaian. Sebagai contoh untuk melihat kerajinan karyawan anda dalam melakukan pekerjaannya dengan indikator yang dapat diukur dengan jelas semisal dari absensi atau hasil penjualan perbulannya.

Dari hasil evaluasi tersebut anda dapat menilai apakah metode yang anda gunakan sudah tepat atau belum. Dan anda juga dapat menentukan langkah selanjutnya untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja karyawan anda.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Hubungi Kami
kontak

JasaRekrutmen.com

Mal Taman Palem lt.2 blok C no.65
JL. Kamal Raya, Cengkareng, RT.13/RW.10, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Phone : 021 - 54352156
Call / Sms : 082113900880